Sabtu, 26 Desember 2020

FAKTA SKM BAGI BALITA




Sore bunda ...jumpa lagi dengan saya yang kali ini kembali membahas tentang gizi , karena saat ini kita masih di masa pandemi dimana kebutuhan gizi sangat penting agar kita bisa menjalani hari hari dengan baik . Seperti halnya pelengkap makanan seimbang harus di lengkapi dengan susu ,maka susu pun menjadi hal penting bagi penunjang kesehatan tubuh terutama bagi balita .



Tapi jangan salah Lo bunda ... Ada beberapa bunda yang masih menganggap SKM yang memang sudah ada sejak dulu termasuk kategori susu yang mempunyai gizi baik . Tapi salah Lo bunda ....???



Bunda tentu familier dengan susu kental manis (SKM), kan? Susu yang bertekstur kental dan memiliki cita rasa manis ini ternyata sedang marak dibicarakan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan larangan adanya tampilan anak pada label maupun kemasannya. Beberapa iklan bahkan ada yang ditarik dari peredaran karena tidak sesuai dengan aturan tersebut.



Susu kental manis memang menggugah selera karena memiliki rasa yang manis. Umumnya, susu ini digunakan sebagai topping atau campuran dalam makanan atau minuman. Beberapa orangtua juga bahkan memberikan susu ini kepada balita. Namun, Anda harus hati-hati karena manfaat susu ini belum tentu semanis rasanya.



Susu kental manis—disingkat SKM, dikenal juga sebagai susu kental, kental manis—adalah susu sapi yang airnya dihilangkan dan ditambahkan gula, sehingga menghasilkan susu yang sangat manis rasanya dan dapat bertahan selama satu tahun bila tidak dibuka



Fakta seputar Kental Manis (SKM)

Berdasarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan bahwa produk susu kental manis (SKM) sebagai produk susu berbentuk cairan kental (krimer) yang diperolah dari dengan menghilangkan sebagian air dari campuran susu dan gula hingga mencapai Kepekatan tertentu, yang hal ini dapat ditemukan fakta  bahwa : 
  • SKM memgandung gula sebesar 40-50 persen
  • Kadar gula yang tinggi pada SKM meningkatkan risiko diabetes dan obesitas pada anak-anak
  • Asupan gula yang berlebih akan merusak gigi pada anak
  • Kandungan gizi pada SKM lebih rendah dibandingkan dengan jenis susu lainnya
  • Kalsium dan protein pada SKM lebih rendah daripada susu bubuk atau susu segar


Oleh karena itulah SKM ini bukanlah susu akan tetapi minuman yang terbuat dari gula dan susu, dan penyajiannya bukan direkomendasikan untuk dikonsumsi sebagai asupan utama untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga terutama pada balita. Dan SKM sebaiknya dipergunakan hanya sebagai toping makanan dan  minuman saja. 



Dan jika melihat dari hasil penelitian, saya sebagai ibu dari dua orang anak merasa harus turut andil untuk memberikan informasi juga mengedukasi  orang-orang disekitar saya terkait apa itu  kental manis bukanlan susu, fakta dan dampaknya jika diberikan kepada balita dalam jangka waktu yang lama. Dan juga  dari itu kita sebagai orang tua, terutama sebagai ibu harus cerdas dalam memilih dan menentukan makanan bagi sang anak, juga untuk seluruh keluarga dan pentingnya pemenuhan gizi pada anak sejak usia dini. 



Faktor yang mempengaruhi status gizi pada balita ada berbagai macam. Status gizi merupakan indikator dalam pemenuhan nutrisi untuk anak yang diindikasikan oleh berat badan dan tinggi badan. Tujuan penelitian ini adalah melihat hubungan antara kesadaran gizi keluarga dengan status gizi balita.



Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kesadaran gizi keluarga dibeberapa desa di Indonesia adalah hampir setengahnya baik, sedangkan untuk status gizi sebagian besar adalah kurang. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara kesadaran gizi keluarga dengan status gizi pada balita di beberapa desa di Indonesia. 



Terkait masalah stunting dan gizi kurang yang masih tinggi di berbagai daerah, YAICI berkerjasama dengan HIMPAUDI melakukan survey dimana hasilnya ditemukan bahwa salah satu induktor tingginya stunting dan gizi kurang (buruk)  salah satu penyebabnya adalah anak-anak terutama balita yang mengkonsumsi rutin minuman manis salah satunya yang bersumber dari SKM dan berikan dalam jangka waktu yang lama. 
Hal ini disampaikan oleh Bapak Arif Hidayat SE, MM selaku Ketua Harian YAICI yang menjelaskan dalam webinar secara virtual via zoom yang diikuti  sekitar 460 peserta  dari seluruh Provinsi di Indonesia, yang dilaksanakan pada hari senin tanggal 21 Desember 2020 yang lalu. 



Sungguh sangat menyedihkan karena masih rendahnya tingkat pemahaman orangtua terhadap kental manis bukanlah susu,  dan  apalagi berbagai alasan para orangtua mengakui memberikan SKM untuk anak-anaknya karena sudah  terbiasa, karena harganya yang terjangkau, mudah didapat dan sebagian besar juga pengaruh dari  media iklan di televisi, radio atau media massa lainnya, juga  informasi yang didapatkan dari petugas kesehatan.
Berharap lahan penelitian meningkatkan penyuluhan dan konseling tentang gizi pada balita dan meningkatkan kesadaran gizi keluarga sehingga status gizi balita membaik.



Nah ...bagaimana bundaa sudah faham bukan tentang SKM , 
Semoga tulisan ini bermanfaat untuk tidak ada lagi ketidak fahaman dikalangan orangtua bahwa kental manis bukanlah susu.

Salam sehat...... 

1 komentar:

  1. Ya ampun jaman mpo kecil suka banget minum skm ternyata bahaya buat balita. Ampun. Lebih teliti lagi agar tidak salah pilih susu seperti kita masih kecil

    BalasHapus

Terimakasih telah mengunjungi Dunia Novita Levi
SIlahkan Tinggalkan Komentar :D

BLOGGER DAY 2021 Keluarga Tangguh Keluarga Jempolan

Assalamualaikum ... Salam sejahtera buat kita semua , haii masih blom lupa kan sama blog ini . Ya ini lah dunia saya ... duniano...