Kamis, 12 September 2019

MERDEKA DARI PNEUMONIA



Assalamualaikum ... selamat pagiii Indonesia , pagi yang cerah tidak terasa saya sudah berada di kawasan kota tua hari ini pagi ini tepat sehari setelah hari kemerdekaan bangsa Indonesia .
Pas tanggal 18 Agustus 2019 ini saya mendapat undangan dari komunitas Blogger yaitu komunitas ISB untuk hadir pada acara kampanye kesehatan .



Acara yang di selenggarakan ISB bekerjasama dengan  SAVE THE CHILDREN  bersama dengan KBR.id dan PowerFM Radio.  Dengan tema
Kampanye STOP PNEUMONIA PADA ANAK .
Bertempat di pelataran parkir museum Fatahillah acara berlangsung , sebelum acara di mulai acara di buka dengan penampilan para ibu ibu dari komunitas berkebaya  yang menampilkan satu tarian yg di lakukan secara masal yaitu TARIAN COKEK .



Selanjutnya acara pun di buka oleh sambutan perkenalan dari beberapa komunitas yang terkait  saat ini yaitu
Mbak Ani Berta Founder ISB, Founder dari Running Buddy dari komunitas lari Ruddy Rohmansyah (Rest Management). Adapun sharing session nya sendiri pada talkshow pertama ini terkait dengan saat ini fokusnya dari Teh Ani Berta yang merupakan Blogger berfokus pada kesehatan. Sedangkan dari Bapak Ruddy menjelaskan tentang pentingnya berolahraga sebagai salah satu upaya kita dalam menjaga kesehatan tentunya.



Berbicara tentang kesehatan saat ini benar benar harus di perhatikan selain iklim saat ini di negara kita yang menjadi pemicu timbulny penyakit juga pola makan serta gaya hidup kita . Demi kepedulian terhadap kesehatan terutama kesehatan terhadap anak anak maka tema kali ini memang mengangkat tentang kesehatan anak . Dimana anak adalah generasi penerus keluarga serta bangsa , karena jika anak anak ny tidak sehat bagaiman keadaan bangsa nya .



TENTANG PNEUMONIA

Pneumonia: Pembunuh Balita Kedua di Indonesia
PNEUMONIA adalah infeksi akut sistem pernapasan bawah yang disebabkan oleh virus, bakteri dan
organisme mikro lainnya.
Pneumonia pada balita ditandai dengan gejala batuk, nafas cepat, tarikan dinding dada
bagian bawah ke dalam, dan gambaran radiologi foto thoraks/dada menunjukkan infiltrasi paru akut.



Pneumonia sering tertukar dengan infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA walau sebenarnya berbeda. ISPA terbatas pada 
saluran pernapasan atas yaitu hidung dan tenggorokan, sementara pneumonia termasuk pada infeksi saluran
pernapasan bawah dimana infeksi menyebar hingga jaringan tisu paru-paru.
Secara global, jumlah kematian bayi di bawah lima tahun karena pneumonia pada tahun 2015 mencapai
920.000 jiwa, atau 2 balita setiap menitnya. Indonesia ada di peringkat 7 dunia sebagai negara dengan beban
pneumonia tertinggi menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2017, dimana terdapat 25.481
kematian balita karena infeksi pernapasan akut, atau 17% dari seluruh kematian balita.



Selain dua narasumber di atas hadir pula para narasumber yang memang berkompeten di bidang kesehatan khusus nya tentang kesehatan anak . Diantara nya ada ibu Celina  Patasimbung serta seorang artis Bayu Oktara. Ibu Celinapun menjelaskan bahwa Pheumonia tidak pandang bulu dari ekonomi cukup atau tidak, namun dapat dicegah apabila kita sadar tentang pentingnya dari Faktor lingkungan dan kebiasaan kita sehari-hari. 



PENYEBAB PNEUMONIA

penyebab pneumonia yang dapat dicegah seperti debu, udara dingin, paparan
polusi, kondisi rumah yang padat, dan kurangnya paparan cahaya matahari.
keluarga beresiko pneumonia memiliki paling tidak satu anggota keluarga yang
merokok dan sebagian besar merokok di dalam rumah.



PENCEGAHAN TERHADAP PNEUMONIA

Sebagai upaya pencegahan Save the Children, bekerja sama dengan pemangku kepentingan seperti pemerintah Indonesia, organisasi masyarakat sipil, komunitas, dan mitra lainnya, melaksanakan strategi kampanye perubahan perilaku untuk mengatasi pneumonia pada anak melalui langkah-langkah:
1. meningkatkan pengetahuan tentang pneumonia dan tanda bahayanya
2. pencegahan, dengan merujuk pada Kerangka Kerja Penanganan Pneumonia
3. membangun kerja sama dengan pemangku kepentingan dalam mengatasi pneumonia.



pneumonia menyebabkan anak-anak masuk rumah sakit, tetapi kasus yang fatal jarang. Sebaliknya di negara negara miskin, pneumonia meningkatkan resiko kematian pada usia anak-anak. Alasannya adalah karena anak anak yang miskin lebih jarang mendapatkan vaksinasi, memiliki gizi yang lebih buruk, dan tinggal di lingkungan
beresiko. Selain itu, penanganan pneumonia membutuhkan perbaikan sistem kesehatan yang menyeluruh,
termasuk memperbaiki akses terhadap layanan kesehatan yang memadai.



Pengendalian pneumonia seperti yang tertuang dalam Global Action Plan for Pneumonia and Diarrhea
(GAPPD) terdiri dari: perlindungan, pencegahan dan pengobatan.

PERLINDUNGAN: melindungi anak dengan menerapkan praktek kesehatan yang baik sejak lahir melalui
pemberian: air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan; nutrisi yang mencukupi;
dan suplemen vitamin A.

PENCEGAHAN: mencegah anak-anak menjadi sakit pneumonia dan diare dengan: pemberian imunisasi
pneumococcal conjugate vaccines (PCVs) disertai imunisasi pertussis, campak, HiB dan rotavirus;
memastikan ketersediaan air minum dan sanitasi yang baik; membiasakan mencuci tangan dengan sabun;
mengurangi polusi udara rumah tangga dan luar rumah; mencegah infeksi dari HIV.

PENGOBATAN: mengobati anak-anak yang menderita pneumonia dan diare dengan pengobatan yang tepat.
Hal ini didukung dengan membantu kelancaran pencarian pengobatan dan sistem rujukan antar fasilitas
kesehatan; memperbaiki pengelolaan kasus pada tingkat fasilitas kesehatan dan komunitas; memastikan
ketersediaan oralit, zinc, antibiotik dan oksigen; melanjutkan pemberian makanan dan ASI; membuka akses
kepada fasilitas kesehatan dan asuransi kesehatan yang memadai.



Nah bagaimana para orangtua ni para ibu dan ayah sudah paham tentang pneumonia kan ...???
Yuk mulai sekarang di mulai dari diri sendiri dan keluarga kecil kita untuk menerapkan pola hidup  sehat  demi kesehatan anak anak kita generasi penerus bangsa .
Tepat jika momen kemerdekaan kali ini kita jadikan pula sebagai kemerdekaan bagi pneumonia . Merdeka dari penyakit pneumonia yang rentan menyerang anak anak kita .









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah mengunjungi Dunia Novita Levi
SIlahkan Tinggalkan Komentar :D

NIVEA WORLD OF IMAGINATION

Assalamualaikum mom ... Jumpa lagi ber sama dunia saya ni , masih membahas tentang bonding time bersama buah hati ya bunda.  Ma...