Minggu, 11 Agustus 2019

GWRF Gramedia Writers and Readers hari pertama





TENTANG  GWRF ...
GWRF adalah 
Gramedia Writers and Readers Forum (GWRF) 2019 
Sebuah acara yang merupakan forum bertemu , berinteraksi, diskusi dan sharing antara penulis dan pembaca.



Pada penyelenggaraan yang kedua ini, GWRF 2019 mengusung tema "Literacy in Diversity", sebagai simbol atas keberagaman di dalam dunia literasi. Seperti halnya kemajemukan di Indonesia, literasi juga tertuang pada banyak hal. Rentang usia, wilayah, dan latarbelakang, mampu memberikan inspirasi berbeda dalam dunia literasi. 


Di acara GWRF 2019, penulis, pemateri, dan tema tiap kelas yang dihadirkan akan beragam. Selain kelas talkshow dan workshop, GWRF 2019 akan menghadirkan Editor’s Clinic, Film Review, bazaar buku, musik, dan Awarding Gramedia Short Film Festival, dimana akan dihadirkan sebanyak 45 penulis buku dan pemateri profesional akan berbagi pengalaman serta praktik nyata dunia keliterasian dalam balutan tema yang berbeda.



Kebetulan pada gwrf kali ini saya berkesempatam hadir untuk ikut serta  di acara Yang diselenggarakan pada 2 – 4 Agustus 2019 di Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jl. Medan Merdeka Selatan, No. 11, Jakarta Pusat.



Karena hari pertama saya datang k perpunas adalah hari Jumat jadi saya hanya bisa ikut dalam 2 sesion talk show. Selain bisa ikut talkshow bersama para pecinta buku , Gramedia pun membuka booth buku dengan diskon yang menggiurkan .



Dalam sesi Editor's Clinic, peserta juga memiliki kesempatan berkonsultasi langsung dengan para editor dari penerbit buku besar di Indonesia. Para pengunjung juga dapat menikmati Music Performance, Book Bazaar, dan area Food and Beverage yang berlokasi di Plaza Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan harga spesial.


Seperti sudah di jadwalkan sebelum nya saya mengambil dua sesion talkshow , yang pertama tentang show your creation with social media . Bersama ...

POPPI PERTIWI , LULUK HF , ASABELL AUDIDA
Show your creation with social media

Populasi media sosial saat ini tidak di pungkiri menjadi tujuan utama masyarakat dalam berorganisasi dan dengan mudahny a mendapat berbagai informasi
. Talk show ini mengangkat tema di mana  para penulis nantinya akan memberikan pengalaman pribadinya dalam menciptakan sebuah karya dalam buku.

Tunjukan pada mereka yang tidak paham tentang apa yang kita kerjkaan bahwa dengan hobi bisa ada sisi positif ny , ada kemajuan untuk diri sendiri dan bermanfaat yang pasti .



FIERSA BESARI RYTHIM IN WORDS
bung Fiersa mengatakan bahwa
Buku tidak ada salah nya yang salah orang yang membaca dari cara pandang orang yang membacanya.
Matahari akan tetap indah bagi penikmat senja karena senja akan selalu indah .
Sebagai generasi Iwan fals
Buku pertama  tapak jejak berisi proses perjalanan damai ... buku itu mencerminkan titik awal saya mencintai buku daripada youtube .




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah mengunjungi Dunia Novita Levi
SIlahkan Tinggalkan Komentar :D

99 NAMA CINTA KISAH ROMANSA YANG RELIGI

"Kalau cemburu jangan terlalu, kalau benci juga jangan terlalu nanti jadi rindu” Awas hati hati dalam menilai seseorang , ...