Senin, 18 Februari 2019

MADING DI ERA DIGITAL





Assalamualaikum ...pa kabar guys , masih mau baca kan cerita saya tentang dunia novitalevi , dunia yang saya tempati dan jalani sehari hari . Dunia yang membawa saya menikmati indah nya hidup dengan berbagai macam suka dan duka . 



Dunia yang saya buat lewat  sebuah cerita yang saya alami sehari hari .
Kalau dulu semua cerita dan kisah yang saya alami sehari hari saya tuang lewat tulisan atau bahkan potongan potongan kertas yang saya tempel di dinding sebagai pengingat  bahkan menjadi sebuah kenangan . 




Kenangan yang akan saya ingat dan kenang untuk saya sendiri , tau ga sii namanya apa kalau kita tempel tempel sesuatu di dinding . Oh ya Mading  .... Nah tuh  pasti kalian kenal kan istilah ini , MADING atau majalah dinding .



Kalau saya tempel tempel sesuatu di Mading kamar saya ya hanya saya saja yang tau , demikian pula halnya jika Mading ini ada nya di sekolah atau bahkan di aula suatu kantor atau balai perkumpulan pasti yang baca atau tau isi Mading itu hanya para murid ,karyawan atau bahkan anggota nya saja .  



Nah bagaimana jika isi dari Mading ingin mencakup jangkau an yang lebih luas .
Di sinilah mulai di coba terobosan baru , berharap jika Mading suatu sekolah tidak hanya dapat dilihat oleh murid di satu sekolah saja
namun dapat dibaca oleh seluruh siswa sekolah dan komunitas baru di Tanah Air.




Seiring perkembangan waktu dan jaman di mana tekhnologi makin canggih juga Selain lebih mempertimbangkan keefisienan dalam pembuatan Mading , dimana ada banyak bahan yang sering digunakan saat membuat Mading.
Serta karena Mading perlu diturunkan dan di daur ulang ketika
masa penayangannya sudah berakhir. 



Maka hadir Mading konvensional yang perlu bergerak bersama dengan lajunya era digital.
Tentunya pertukaran informasi dan kreativitas siswa suatu sekolah pun  akan melaju lebih cepat. Itulah sebabnya hadir
MadingSekolah.Id sebagai wadah baru pengganti majalah dinding konvensional.



JANGKAUAN MADING LEBIH LUAS

Selain meminimalkan penggunaan kertas, jangkauan informasi yang dimuat dalam Mading pun
menjadi lebih luas.Suatu karya Mading yang telah diunggah di dunia maya akan abadi, Mading hijau
tanpa kertas, dapat dicari kembali,dan mudah diakses.



MadingSekolah.id memberikan wadah bekreasi bagi seluruh pelajar di Indonesia. Di sini, seluruh
pelajar dapat memasukkan konten kreatif dalam rupa artikel, desain, animasi, fotografi, hingga
video,”ujar OktoraI rahadi selaku Inisiator Program MadingSekolah.id.




TENTANG MADINGSEKOLAH.ID

MadingSekolah.id merupakan Majalah Dinding versi online yang disajikan dalam format Social
Media. Setiap sekolah dapat memiliki sebuah akun pada MadingSekolah.id



Di dalam MadingSekolah.id,setiap siswa dan guru yang terdaftar dapat bebas berkreasi memasukkan konten,
kemudian menata dan menyesuaikannya menggunakan fitur-fitur yang telah tersedia.



"Fitur yang paling menarik di madingsekolah.id adalah Drag and drop Mading creation. Ini adalah tools bagi pelajar untuk membuat Mading secara online dengan cara mudah.
Dalam pengembangannya, akan ada permainan fitur digital yang dapat digunakan oleh teman-teman pelajar di social media,"  Khelmy Pribadi, Direktur Program Islam dan Media, Maaruf Institute



MadingSekolah.id akan diluncurkan pada bulan Maret 2019 nanti.Pada bulan yang sama hingga akhir
tahun 2019 nanti,MadingSekolah.id akan melakukan sosialiasi ke10 kota besar di Tanah Air untuk
memberi kesempatan para siswa dan guru berbagi ilmu bersama beberapa pakar Content Creator.



Pada forum tersebut setiap sekolah dapat membuat Mading dan berkreasi pada MadingSekolah.id.
Ada berbagai hadiah menarik yang akan diundi setiap bulan.Sedangkan bagi rekan wartawan, pada
akhir tahun, dua orang yang beruntung pun akan diberi kesempatan untuk datang ke Kantor Pusat
Google diSingapura bersama MadingSekolah.id



Nah gimana ... Tertarik ga tuu bikin Madingsekolah.id siapa saja bisa mengaksesnya , setelah terdaftar Lo . Di sini dapat mengedit konten yang telah diunggah jika dirasa ada informasi yang perlu ditambahkan,
termasuk mengubah tata letaknya kapan saja melalui laptop atau smartphone.



Selain itu fitur yang ada di dalam Madingsekolah.id pun sangat user friendly . Madingsekolah.id ini tidak perlu diturunkan untuk  di daur ulang Serta tidak memiliki dampak buruk bagi lingkungan , karena Mading format online ini tanpa menggunakan kertas sedikit pun.




18 komentar:

  1. Wah info menarik nih. Saya waktu sekolah rajin banget ngisi Mading sekolah.
    Terus Mading sekolah.id ini apakah kita yang ibu rumah tangga (bukan anak sekolah bukan wartawan) bisa ikut beekoberkontr?

    Wah saya harus cari info lebih banyak nih.

    BalasHapus
  2. wah, beragam ya bentuk mading sekarang. DUlu mading sekolahku saat SMP atau SMA cuma nempelin cerita, puisi dan gambar saja di kertas karton tapi sekarang banyak banget isinya dan bentuknya juga beragam

    BalasHapus
  3. Dulu itu sempet kepkiran kalau mading sekolah udah ganti tema pasti mading lama seringnya kebuang atau entah ke mana. Nah ini ada mading digital jadi hemat kertas dan dokumentasinya jadi tersimpan, ya..

    BalasHapus
  4. Makin cangih ya anak jaman sekarang mading saja bisa lewat smartphone jadi lingkungan juga makin terjaga

    BalasHapus
  5. akh ingat zaman sekolah, aktif di Osis dan Mading. Wadah buat eksis hahahaha. Senang deh zaman now mah

    BalasHapus
  6. jadi inget jaman smp-sma, dulu jaman sekolah saya pernah beberapa kali suka kasih tulisan ke mading

    BalasHapus
  7. Jadi ingat dulu, saya rajin banget isi mading sekolah heheh. Jadi kangen nulis di mading lagi

    BalasHapus
  8. Jadi inget pas jaman sekolah, pernah dapat giliran kontribusi mading. Sekarang mading pun ada versi online nya yaa

    BalasHapus
  9. Zaman skrng soalnya anak2 usia remaja/ sekolah gak lepas dr gadget. Kalau madingnya digital jg kyknya emang lbh tepat ya mbak.
    Tapi memori masa2 gunting2 tempel2 jd gak ada kyk kita dulu hehe

    BalasHapus
  10. Jadi ingat zaman SMA mba,, hiks aku dulu nulis puisi disana gegara naksir cowok���� dulu mading bnyk pnggemarnya senang aja tulisan Kita bnyk yg baca

    BalasHapus
  11. Aku dulu suka baca Mading sekolah.., ya pengumuman ya..cerita dan puisi lucu ..kalo ada Mading baru..rame banget yang ngeliat..

    Kalau Mading digital gini ya..lebih luas donk.., jadi yg baca bukan cuma satu sekolah ..keren lah .

    BalasHapus
  12. kalau semua serba di onlinekan kok rasanya juga kurang asyik ya..justru yang asyik dari bikin mading adalah gunting-gunting dan nempelnya itu

    BalasHapus
  13. Wah ke kantor pusat google, siapa yang nggak kepingin coba ke sana. Daku pun mau. Selamat untuk launchingnya Masing Sekolah

    BalasHapus
  14. era digital memang serba efektif dan efisien! memang menggali kreatifitas banget sebenernya sih kalau mading tuh

    BalasHapus
  15. Pas masih sekolah, suka deh ngurusin mading, ternyata sekarang mading sudahbdigutal juga ya, pastinya lebih bebas berkreasi dan menjangkau lebih banyak audiens, keren nih idenya

    BalasHapus
  16. Wah, era digital udah masuk ke mading juga. Keren deh. Jadinya para siswa bisa bikin mading dengan lebih kreatif ya. Kasih tahu anakku ah. Biar sekolahnya bisa ikutan

    BalasHapus
  17. dulu saya trmasuk pengelola mading bagian kesenian nih, cadass kini ada wadah digitalnya

    BalasHapus
  18. Inovasi baru nih ya, Mbak. Informasinya tetap tersalurkan, tapi go green. Kan sayang tuh kalo mading zaman old, kalo mau di ganti, bikin baru, yang lama jadi sampah.

    BalasHapus

Terimakasih telah mengunjungi Dunia Novita Levi
SIlahkan Tinggalkan Komentar :D

IAM TRULY WOMAN CEGAH KANKER SERVIKS

IAm truly woman yaitu ketika perempuan Indonesia sehat , aktif dan produk tif. Luna Maya Ya betul sehat itu mahal dan para ka...