Jumat, 16 November 2018

PERANAN KELUARGA DI ERA INDUSTRI 4.0





Keluarga adalah tonggak bagi suatu bangsa , dari dalam keluargalah tercipta dan lahirnya penerus penerus bangsa yang tangguh dan mumpuni . Kata pertama yang kita ingat soal keluarga , adalah bagian dari hubungan manusia yg terdiri dari 4 orang , ayah, ibu dan dua orang anak .



Jakarta 14 November 2018 bertempat di gedung BKKBN  saya hadir bersama komunitas Blogger  dalam acara PERTEMUAN BLOGGER Bincang Santai dalam tema " PEMBANGUNAN KELUARGA DI ERA INDUSTRI 4.0 


Perjalanan jauh ni buat saya yang dari Ciputat Tangsel ke arah Halim Jakarta timur , tapi semangat !!!
Janjian dengan beberapa teman d stasiun Cawang akhirnya tibalah saya di tempat tujuan yaitu gedung BKKBN gedung operasional lantai 3.



Di mulai dengan makan siang kami pun di persilahkan makan sekalian isoma , istirahat siang dan sholat . Jam menunjukan pukul 13.00 akhirnya acara pun di mulai setelah para narasumber tiba , di mulai dengan sambutan dari Bapak Dr. dr. M. Yani, M.Kes,PKK. Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN




REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Revolusi industri 4.0 menjadi harapan sekaligus tantangan bagi keluarga di Indonesia. Dimana
Keluarga kini di tuntut untuk beradaptasi dengan kemajuan tekhnologi yang semakin berkembang dan mempengaruhi kehidupan setiap anggota keluarga secara struktural maupun kultural.



Kedekatan emosional yang dirasakan individu kepada setiap anggota keluarganya adalah
Komitmen dan komunikasi .
Kadang walau dalam satu ruang tapi tidak saling sapa bahkan tidak  tatap muka , masing masing dengan kesibukan dan dunianya sendiri.



Berorientasi pada masa depan membuat generasi muda mencari pekerjaan dan meninggalkan keluarga inti , mencari dan menjadikan teman sebagai keluarga baru .
Dampak revolusi industri 4.0 terhadap keluarga yg seharusnya menjadi tombak pembentukan karakter anak.
Gerakan kembali ke meja makan , gerakan komunikasi positif . Berharap di meja makan kembali seluruh keluarga berkumpul dan salin bercerita .




Seperti kata Bpk Yani BKKBN  yang juga mensosialisakan programnya agar semua keluarga di Indonesia sejahtera dan bahagia dengan adanya Indonesia Genre,  ada sosialisi pola asuh melalui posyandu,  orangtua hebat melalui PKK,  program lansia mandiri dan keluarga tangguh. Juga ada kader PKK tentang penyuluhan program KB.  Dimana effort keluarga sejahtera dengan trend global sekarang berpengaruh terhadap industri teknologi dan ekonomi inflasi. Kegiatan BKKBN kedepannya fokus ke pembangunan keluarga. 



Peningkatan perubahan terkait akan  integrasi dan kolaborasi , dua hal yg penting adalah perubahan visi , perubahan kegiatan .
Selain bapak Yani hadir pula narasumber  bapak Dr. Pribudiarta Nur Sitepu, MM Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI,  dan mbak Roslina Verauli, M.Psi,  Psi. Psikolog kondang yang memberikan arahan tentang bagaimana kita harus siap menghadapi kondisi ini nantinya.



Menjadi orangtua memang tidak mudah, orangtua selaku contoh figur yang paling dekat pada anak.
Bagaimana kita bisa mendidik anak supaya tetap pada jalurnya, selalu baik didalam keluarga dan juga diluar lingkungan sekolahnya, teman-temannya, dan masyarakat. Jangan sampai anak justru malah menjadi rusak dan menjadi anak yang masuk ke pergaulan bebas.



Itulah sering  kita temui anak selalu jadi anak yang baik di dalam rumah di depan orangtuanya  tapi kenyataan nya di luar rumah dia sangat berbeda , entah mencoba hal - hal yang buruk seperti merokok belum waktunya , hingga mencoba narkoba hingga terjadi pergaulan seks bebas. Yang akhirnya terjadinya pernikahan dini tanpa persiapan mental yang belum matang .



Psikolog Roslina Verauli, M.Psi. berbicara mengenai pembangunan keluarga di era industri 4.0 ada pula 
Hubungan yang hangat antara ortu dengan anak sangat penting. Tidak mau kan anak-anak nantinya tidak hormat dan patuh dengan orangtuanya. Apabila belum ada momongan, komunikasi antar pasangan memang sangat diperlukan agar  pada nantinya tidak ada salah paham.



Mbak Vera sebagai psikolog memberikan tips agar keluarga sehat dan bahagia yaitu :
1. Family Cohesion, kedekatan antara sesama anggota keluarga.
2. Family Flexibility, orangtua dan anak mengikuti perubahan jaman serba teknologi digital tapi tak terbawa arus negatif, tetap positif menggunakan kecanggihan teknologi.
3. Family Communication, biasanya makan bersama di meja makan agar bisa bercerita satu sama lain apa saja yang telah dilalui hari ini. 




Kesimpulannya agar kita siap dan mampu berdiri di 5 tahun atau 10 tahun ke depan dengan konsep keluarga saat ini ialah jalinan komunikasi harus tetap terjalin  sampai kapan pun  walau hanya sekedar bertanya "sudah makan belum ??..'
 Atau hanya melalui pesan atau telepon. Tapi akan lebih baik keluarga  berkumpul bersama kembali ke meja makan.
#revolusikeluarga4
#keluargaindustri4
@bkkbnofficial





22 komentar:

  1. Moment bersama sudah mulai langka, oleh sebab itu kita harus usahakan momentum di meja makan kembali tercipta agar kehangatan keluarga kembali lagi

    BalasHapus
  2. Butuh gerakan juga memang dari pemerintah untuk terus mengingatkan bagaiamana peranan kelaurga di era industri 4.0 ini ya.
    Orangtua yang belum melek teknologi juga sebisa mungkin harus mau terus belajar sih, agar bisa mendampingi anak-anaknya.

    BalasHapus
  3. Ternyata membangun sebuah keluarga bukan hanya urusan satu keluarga saja, tapi juga urusan pemerintah.

    BalasHapus
  4. Lalu aku tercenung, kapan ya terakhir makan bersama keluarga? Ah baru aja tadi malam hahaha

    BalasHapus
  5. Dari zaman gadis ampe punya anak ngobrol sambil sarapan dan maksi jadi kegiatan yang asyik buat anak. Pun maksi misal kami janjian di mall tetap nggak hilang moment ngobrol ini.

    BalasHapus
  6. Padahal sekarang banyak bgt ibu² yang ngasih anaknya gadget biar makannya cepet
    Padahal disaat makan itu bisa jadi momment pas buat ngobrol sambil bonding ya

    BalasHapus
  7. diera sekarang memang tidak mudah berkomunikasi apalagi dengan kesibukan tiap anggota, jadi ga klop deh

    BalasHapus
  8. Dampak era Industri 4.0 bahaya juga ya kalau kita sebagai orangtua belum siap. Berarti emang teknologi itu ada baiknya dan ada juga buruknya.

    BalasHapus
  9. Semangat Sampeyan menjadi sumber inspirasi

    BalasHapus
  10. liat foto bersama keluarga mba novitalevi jg pengen foto keluarga juga,,,inspirasi bgt mba

    BalasHapus
  11. Nah seperti ini nih keluarga yang siap memasuki era revolusi industri 4.0.

    BalasHapus
  12. Anak-anak terkadang lebih memilih makan di depan televisi daripada di meja makan ya bun smoga bisa kembali ke meja makan

    BalasHapus
  13. Jadi ortu itu tdk ada sekolahnya dan tidak boleh berhenti belajar ya

    BalasHapus
  14. keluarga memang harus kembali ke meja makan. biar komunikasi terjalin sempurna dan keluarga kuat menghadapi era industri 4.0

    BalasHapus
  15. Betul ya mbak kembali ke meja makan dan komunokasi bikin hidup lebih happy, sukses di keluarga berefek sukses di kerjaan :)

    BalasHapus
  16. Aku seneng kalau udah kumpul keluarga dan makan bareng. Tapi semakin dewasa, sama ortu jadi jarang karena udah ada keluarga sendiri. Semoga bisa diterapin ya di mbak di keluarga kita

    BalasHapus
  17. Bener, meja makan menjadi salah satu area ideal untuk membangun kedekatan dengan keluarga

    BalasHapus
  18. Yuk kembali ke meja makan untuk membina komunikasi yang baik dalam keluarga, sehingga tercipta keluarga yang harmonis.

    BalasHapus
  19. benul ini mba nov.. btw anaknya udah gede ya? hehehe

    BalasHapus
  20. bertemu dan ngobrol langsung tidak bisa tergantikan chatting panjang lebar di whatsapp deh, bun. Bismillah, makin siap dengan revolusi industri 4.0

    BalasHapus
  21. Komitmen dan komunikasi menjadi pondasi penting untuk menciptakan keharmonisan di tengah keluarga. Dan benar sekali, jika keluarga adalah sekolah paling dasar utk membentuk kepribadian seorang anak

    BalasHapus
  22. Wah jgn sampai nih anak dimata orang tuanya baik tp pas diluar sana, didunia nyata ternyata tak sebaik yg ditampilkan didpn org tua. Jd ortu jaman now susah susah gampang

    BalasHapus

Terimakasih telah mengunjungi Dunia Novita Levi
SIlahkan Tinggalkan Komentar :D

ISTIQOMAH DI MILAD4 BLOGGER MUSLIMAH

Assalamualaikum ... Wah pagi pagi saya sudah rapih ni hari ini Minggu 9 Desember 2018 , mau kemana Bu  ...kata anak saya  . Ibu mau ...