Kamis, 17 Mei 2018

Human Talent dalam Industry Kreatif




Sore semua ... Baru kali ini saya keluar rumah pakai kereta agak jauh pas jam sore gini , jam pulang kerja dan ke arah sebaliknya . Ya ampuun lautan manusia , kumpul semua di satu titik stasiun transit .



Ini baru sebagian masyarakat Indonesia tepatnya warga Jakarta yang menggunakan alat transportasi kereta , kebayang betapa banyak populasi kehidupan yang ada di Jakarta jika semua naik kereta .
Itulah sumber daya manusia yang ada di Jakarta , belum seluruh Indonesia .



 Di era globalisasi sekarang ini SDM harus benar benar di perhatikan ya dan harus ikut berkembang juga jika tidak ingin tertinggal .
Tujuan saya kali ini ingin menghadiri undangan diskusi, “Menuju Indonesia 4.0”. bertempat di Paradigma Cafe, cikini Jakarta pusat dengan menghadirkan pembicara Pak Airlangga Hartanto, Menteri Perindustrian Indonesia dan Eno Bening selaku Kreator dan Konsultan Video Online.



Menuju Indonesia 4.0

Mungkin banyak yang belum tahu, apa sih Indonesia 4.0 ? Pembahasan kita kali ini, 
Jadi  Kementerian Perindustrian telah merancang Making Indonesia 4.0 sebagai sebuah roadmap (peta jalan) yang terintegrasi untuk mengimplementasikan sejumlah strategi dalam memasuki era Industry 4.0.



Indonesia adalah negara kepulauan yg didukung oleh jumlah generasi muda yang besar . Human talent yang kita miliki  di harapkan menjadi produktif , kreatif dalam perkembangan bersaing dengan mesin dan sumber daya lain



Guna mencapai sasaran tersebut, langkah kolaboratif perlu dilakukan dengan melibatkan beberapa pemangku kepentingan, mulai dari institusi pemerintahan, asosiasi dan pelaku industri, hingga unsur akademisi.

Dan di tahun 2018 ini di harapkan industri 4.0 semakin maju lagi , agar target yang di tetapkan pemerintah " menjadi negara dengan ekonomi 10 besar " dapat tercapai di tahun 2030.


Ada 5 Lima sektor industri unggulan yang menjadi pendorong dari Revolusi Industri 4.0 di tegaskan Memperin yaitu makanan dan minuman, kimia , elektronik,tekstil dan otomotif .


Bulan April 2018 sudah dicanangkan Making Indonesia 4.0, ini adalah upaya pemerintah untuk mempersiapkan Revolusi Industri di Indonesia. Teknologi internet yang sudah terkoneksi ke dalam kegiatan kita sehari hari menjadi tulang punggung Revolusi Industri 4.0.


Sekarang memasuki era internet, banyak sekali hal yang sebelumnya tidak ada menjadi ada. Seperti di sektor industri yang   memadukan perkembangan dunia digital yang di padukan   dengan  tenaga manusia yaitu   ojek online yang terus di butuhkan dan makin banyak .



Industri kreatif seperti konten kreator juga menjadi sesuatu yang baru tumbuh dalam industri ini . Seperti yang di tuturkan oleh tamu kita juga malam ini yaitu Eno Bening seorang Youtuber , yang menuturkan bagaimana dua bisa hidup dan bertahan dengan membuat konten kreatif di YouTube.



Sektor industri lainnya juga penting karena tidak semua hal bisa di buat digitalisasi. Seperti contoh menenun kain, walaupun sudah ada mesin tenun, kegiatan menenun dengan manual masih tetap hidup di daerah daerah.



Di beberapa negara berkembang seperti India, Cina ,eropa , Jepang yang sudah lebih maju dalam penguasaan akan pengembangan tekhnologi industry .
Bagaimana dengan Indonesia, apakah siap dengan menghadapi Revolusi Industri 4.0 ini? Indonesia mempunyai modal yang sangat besar untuk bisa maju, dengan pasar domestik yang sangat besar .


Dan pada tahun 2030 Indonesia akan mengalami bonus demografi, dimana usia produktif sangat tinggi. Sehingga akan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi. Jadi inilah saat kita untuk dapat mempersiapkan diri menghadapi era disruptif ini. 



Pak Airlangga menjelaskan, revolusi industri generasi pertama ditandai oleh penggunaan mesin uap untuk menggantikan tenaga manusia dan hewan. Kemudian, generasi kedua, melalui penerapan konsep produksi massal dan mulai dimanfaatkannya tenaga listrik. Dan, generasi ketiga, ditandai dengan penggunaan teknologi otomasi dalam kegiatan industri.“Pada revolusi industri keempat, menjadi lompatan besar bagi sektor industri, di mana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya. 


Jadi, langkah dasar yang sudah diawali oleh Indonesia dalam mewujukan industri 4.0 adalah meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui program link and match antara pendidikan dengan industri. Upaya ini dilaksanakan secara sinergi antara Kemenperin dengan kementerian dan lembaga terkait seperti Bappenas, Kementerian BUMN, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.


Bukan salah pemerintah jika kelak para kaum muda , human talent  yang akan tergerus dengan tekhnologi jika kita tidak mau berubah dan mengikuti perkembangan  zaman , maka kita  akan di gantikan oleh tekhnologi . Perkembangan digital yang pasti menuntut  para milleneal lebih kreatif dan inovatif untuk bisa sukses dan bersaing dengan yang lain .


Pak Airlangga memberikan 3 kunci utama yang harus dikuasai millenial agar bisa sukses di era mendatang dalam rangka menyambut Indonesia 4.0, yaitu:
Kuasai bahasa Inggris dan bahasa asing lainnyaKuasai statistika, bagaimana cara membaca dataKuasai coding, bagaimana cara membuat suatu program.


3 kunci itu, dirasa cukup untuk membantu millenial sukses menyambut era industri baru di Indonesia. Nah, gimana  nih , sudah siapkah kamu menuju Indonesia 4.0? sejauh mana sih kamu mempersiapkan diri untuk masa depan?









13 komentar:

  1. Semangat naik kereta walau penuh dan sesak demi mengetahui peluang Indonesia Di masa depan

    BalasHapus
  2. Jadi bnyk tahu mba, semoga peluang indonesis semakin besar ke depannya

    BalasHapus
  3. Benar juga sih. Secara potensi alam kita melimpah, tinggal gimana kitanya yang mengelola. Dan pastinya diperlukan orang-orang yang penuh talenta.

    BalasHapus
  4. Nanti kereta di jam jam sibuk mah emang kudu punya strategi khusus Mak... Kalo ga, ya siap siap dah merasakan mantabbb nya itu... Hehehe... Aku juga menantikan Indonesia yang lebih baik lagi nih...

    BalasHapus
  5. Yup, pernah baca artikel bahwa ekonomi kreatif yang berpotensi besar menggerakkan perekonomian negara ini. Kudu terus berinovasi dan memanfaatkan kemajuan teknologi.

    BalasHapus
  6. Ekonomi kreatif sudah menjadi evolusi dari ekonomi industri ya, semoga saya juga bisa ikut bagian dan bersaing di era ini.

    BalasHapus
  7. Duh, aku jadi takut masyarakat kita belum siap untuk ini. Soalnya yang kemarin tenaga kerja asing masuk aja sudah gegap gempita. Apalagi kalo tenaga manusia berjumlah menjadi mesin semua. Emang sih, beberapa perusahaan besar sudah menerapkannya. Yang aku liat kemarin di pabrik kulkas juga gitu.

    BalasHapus
  8. Wah harus kursus bahasa inggris lagi nih. Jadi blogger harus bisa kuasai bahasa Inggris jg ya.

    BalasHapus
  9. Semoga perkembangan teknologi di Indonesia bisa bersaing dengan teknologi negara lain ya. Jadi kita sebagai warganya harus bisa memanfaatkan kemjauan teknologi di Indonesia.

    BalasHapus
  10. Ya Masa Kita skrg sih masih Aman.. tapi nanti Masa anak anak Kita esok itu udah full digital. Yang ga kreatif Dan inovatif apalagi ga Punya skill. Agak sulit berjaya

    BalasHapus
  11. Aku nggak nyangka bun, kemaren bisa ketemu pak menteri perindustrian. Mana ramah banget ya bun

    BalasHapus
  12. Kalau aku yesss banget deh indonesia berkembang dalam segala hal apalagi menuju 4.0

    BalasHapus
  13. Nah itu, SDMnya juga harus memadai supaya bisa bersaing dg negara2 lain. Menguasai bahasa asing menjadi hal mutlak, asal jangan melupakan akar budaya sendiri

    BalasHapus

Terimakasih telah mengunjungi Dunia Novita Levi
SIlahkan Tinggalkan Komentar :D

Cinta Terencana Keluarga Berkualitas

Harta yang paling berharga adalah keluarga Istana yang paling indah adalah keluarga Puisi yang paling bermakna adalah keluarga ...